10 brand UMKM keren menurut popi novitasari
10 BRAND UMKM KEREN MENURUT POPI NOVITASARI
Banyak sekali brand atau produk yang ada di kota
palembang dan sekitarnya. Akan tetapi kita di masa pendemi ini harus pintah
dalam memilih produk-produk yang tentu aman untuk kita konsumsi.
Dan inilah 10 brand UMKM yang sangat keren menurut
saya
1) PEMPEK TINCE(PONDOK TINCE)
Fb: PONDOK TINCE
PASCA reformasi akhir 1998 Tince Hartanu Owner Pempek Tince
langsung bangkit dari gonjang-ganjing perekonomian dan membuka usaha.
Awalnya usaha yang digeluti yakni kue. Namun lama kelamaan usaha
kue tidak lagi diteruskan dan diganti menjadi usaha pempek, kerupuk dan
kemplang.
"Menggeluti bisnis pempek awalnya karena keluarga besar
senang membuat pempek sehingga terpikir untuk menjual mengkomersilkan makanan
ini," kata Tince Hartanu, Rabu (11/7/2018).
Terkenal dengan ciri khas ikan gabus, Tince membuat beragam
varian pempek dengan bahan baku ikan gabus yang diolah menjadi pempek panggang,
adaan, lenjer, kapal selam, pastel, pempek keriting.
20 tahun menggeluti usaha pempek membuat Tince sudah merasakan
manis dan pahitnya berbisnis.
Pelanggannya pun silih berganti datang ke toko yang beralamat di
Jalan Mayor Ruslan Tugu Mulyo No.2424 RT 035/009, 20 Ilir D.I, Ilir Timur I,
Palembang tersebut.
Sukses dan tetap eksis hingga kini dikatakan Tince kuncinya
adalah menjaga kualitas dan kepercayaan.
Jika kualitas produk yang dibuat terjaga maka pelanggan akan
datang sendiri karena cerita yang terkenal dari mulut ke mulut sehingga tidak
perlu lagi promo berlebihan.
Meski usaha pempeknya sudah terkenal dan naik kelas yang dulunya
mulanya di pinggir jalan dan kini sudah menempati toko permanen tidak serta
merta membuat Tince gelap mata melebarkan sayap.
Baginya bukan soal besar atau kecilnya usaha tapi konsistensi
dan kepercayaan pelanggan adalah hal utama yang harus dijaga.
Sejak dulu hingga kini mulai dari bahan, cara membuat hingga penyajian dan
pengepakan tidak ada yang berubah dari pempek Tince.
Ukuran pempek, takaran bahan, hingga resep dan pengolahannya
tetap sama sehingga menyuguhkan cita rasa pempek yang khas dan beda dengan
pempek lainnya serta selalu sama rasanya meski telah 20 tahun berlalu.
"Banyak yang tanya mengapa tidak ada di cabang lain, di
kota lain atau melebarkan sayap, saya jawab karena saya bukan mengejar brand
tapi kepercayaan karena jika banyak cabang kalau tidak bisa mengontrolnya
dengan benar maka bukan untung yang didapat tapi justru kebangkrutan karena
beda pengelolanya pasti akan berbeda rasa," ujarnya.
Tince mencontohkan kalau pempek lainnya yang sudah dikelola oleh
anak, cucu atau keluarga dengan mengandalkan satu brand pastilah antara
pembuatan pempek di satu gerai dengan gerai lainnya berbeda.
Beda ukuran, konsistensi rasa, kekentalan cuka hingga
kualitasnya.
Selain cita rasa dan kualitas, Tince juga menjaga kepercayaan
konsumen dengan tidak mengurangi jumlah pempek yang packing.
Jika pembeli membayar 10 ya harus tetap dibungkus 10 jangan
malah dikurangi.
Apalagi jika pesanannya banyak ratusan bahkan ribuan hingga
puluhan ribu malah jumlahnya dikurangi dengan anggapan konsumen tidak akan
menghitung jumlahnya sehingga tidak tahu kalau jumlahnya dikurangi.
"Saya wanti-wanti pegawai saya kalau sampai pengemasan
pempek kurang maka harus tanggung risikonya karena saya tidak pernah
memerintahkan mengurangi jumlah pempek yang dipesan," tambah wanita paruh
baya ini.
Soal rasa dan kualitas pun dikatakannya banyak pejabat negara
yang akan makan di toko pempeknya sehingga petugas kesehatan dan keamanan kerap
datang mendadak mengetes kandungan pempeknya dan baginya silakan saja mau dites
kapan saja boleh karena dia memastikan semua kehigienisan dan pembuatannya
tanpa pengawet.
"Waktu resepsi anak Pak SBY Agus dan Anisa Pohan pempek,
model dan tekwan yang memasoknya dari Tince begitu juga acara kenegaraan
lainnya."
Tahu sendiri bagaimana prosedur keamanan jamuan istana negara
tapi lolos karena memang sesuai standar. Ini semua berkat kerja keras semua
anggota keluarga sebab saya tidak bisa sejauh ini kalau tanpa dukungan
keluarga," kata Tince Hartanu.(tnf)
2) MY
BAKERY PALEMBANG
Ig :
@mybakery_palembang
Sejak masih SMA, Maya Donna sudah belajar bisnis
kuliner dengan membuat kue-kue tradisional. Berbekal pengalaman itu ia sukses
mengembangkan usaha pembuatan roti. Meski terbilang sukses, ia tidak berpuas
diri. Tahun depan, ia memutuskan melebarkan sayap usaha dengan menawarkan franchise.
Jiwa bisnis sudah tumbuh di dalam diri Maya Donna
sejak masih remaja. Pemilik usaha My Bakery di Palembang ini mengaku telah
memiliki semangat wirausaha sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas
(SMA).
Sejak SMA, dia sering membuat kue-kue tradisional.
"Kue bikinan saya dijual ke kerabat dan saudara," kenang alumni
jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang ini.
Seiring perjalanan waktu, semangat wirausaha semakin
kuat menancap di benak Maya. Saat kuliah, Maya beberapa kali mengikuti lomba
kewirausahaan dan membuat beberapa business plan.
Lantaran suka membuat roti, ia selalu menjadikan business
plan roti sebagai andalannya di setiap lomba. "Saya merasa memiliki
chemistry dengan roti ketimbang produk lainnya," ujarnya, sembari tertawa.
Tahun 2008, ia akhirnya merealisasikan keinginannya
menjadi pengusaha roti. Empat tahun berjalan, Maya kini sukses membesarkan
usaha pembuatan roti dengan merek My Bakery tersebut.
Namun, sukses tersebut tidak membuatnya cepat berpuas
diri. Tekadnya membesarkan usaha masih menggebu-gebu.
Ia telah menyiapkan sejumlah program ekspansi usaha.
Di antaranya adalah menyiapkan ekspansi usaha waralaba (franchise) My
Bakery mulai tahun depan.
Dia yakin waralaba My Bakery menarik minat calon
mitra. Sebab, usahanya sudah berjalan selama lima tahun dan peluang bisnis roti
di Sumatra masih besar.
Hitungan dia, biaya investasi waralaba My Bakery lebih
dari Rp 300 juta. "Banyak kota di Sumatera masih minim pemain roti,
khususnya di kelas menengah," katanya.
Maya akan mewaralabakan My Bakery dengan konsep modern
bakery, yakni produksi dan penjualan dalam bawah satu atap. Alhasil, gerai
rotinya nanti akan mirip dengan gerai roti ternama, seperti BreadTalk, J-Co,
dan lainnya. "Tapi, saya tetap akan bermain di kelas menengah,"
jelasnya.
Saat ini, ia masih menyiapkan segala sesuatu yang
diperlukan untuk menopang franchise My Bakery. Fokus
pembenahan ini antara lain manajemen perusahaan serta membuat standard
operating procedure (SOP) sebagai acuan menjalankan usaha.
Sebagai bahan perbandingan, Maya juga rajin
menyambangi gerai roti yang menjadi kompetitornya. Dia ingin menambah referensi
pengelolaan bisnis.
Selain mengintip dapur kompetitor, ia juga rajin
melakukan inovasi produk agar konsumen tidak jenuh terhadap My Bakery. Sebulan,
ia pasti mengeluarkan menu roti baru. Selain roti, belakangan Maya juga mulai
memproduksi kue-kue tradisional melayu yang cocok untuk oleh-oleh.
3) Makan Asik di Warung Bakso Bang Ilham Di Kota
Palembang!
Bakso! Hmm mendengar namanya saja sudah membuat kita
tergiur, apalagi ketika cuaca sedang hujan begini pas banget untuk memakan
semangkok bakso untuk menghangatkan tubuh dan penghilang lapar.
Salah satu destinasi kuliner bakso yang terkenal kelezatannya di Kota Palembang
ialah Bakso Bang Ilham. Di tempat bakso ini, terkenal akan porsi baksonya yang
besar-besar. Dengan porsi satu bakso besar ditambah satu buah tahu goreng, dua
bakso kecil dan dituang dengan kuah yang khas. Yang dijamin kuah dari Bakso
Bang Ilham ini lain dari pada yang lain. Dengan harga bekisar 20-35 ribu, harga
tersebut menurut saya pas dengan porsi yang diberikan, dan tentunya
mengenyangkan. yang menjadi favorit saya disini ialah bakso isi daging, cacahan
daging di dalam bakso dan dimakan besama kuah humm udah enaknya tiada tanding 😀 . Bakso isi daging ini harganya
22 ribu rupiah saja. Dan untuk yang paling jumbo yaitu Bakso Red Devil dengan
harga 35 ribu, terdiri daro satu bakso big size dan ditambah dengan mie putih
atau kuning sesuai selera. Selain itu juga disana dijual juga es campur yang
gak kalah enaknya dan tentunya kalau ada bakso tentu saja ada mie ayam yang
setia menemani, yang pastinya juga enakkk bangettt. Disini juga tersedia Siomay
yang siap menggoyang lidah.
Bakso Bang Ilham ini
berlokasi di jalan pipa raja, Palembang. Jika masuk dari simpang angkatan 66
lampu merah, tinggal lurus saja,lalu belok kanan lurus saja. tempatnya si
sebelah kiri jalan, tidak jauh dari Masjid Muslimin. Buka setiap Hari, dari jam
09.00-21.00 WIB
4) produk kopi PT. Taman Delta Indonesia
; PT. Taman Delta Indonesia
merupakan salah satu produsen kopi dan eksportir kopi yang sudah berpengalaman
sejak tahun 1986.
Salah Satu Produsen Kopi Terbesar
PT. Taman delta indonesia
memproduksi kopi untuk berbagai kebutuhan baik untuk konsumen individual
hingga untuk kebutuhan bisnis skala besar.
PT. Taman Delta Indonesia telah mengantongi sertifikasi tingkat
nasional dan internasional, hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan kopi
sebelum dikonsumsi.
Eksportir Kopi
PT. Taman Delta Indonesia merupakan salah satu eksportir kopi
terkemuka yang sudah berpengalaman sejak tahun 1986.
Produk PT. Taman Delta indonesia
Kami menyediakan 30+ varian kopi
yang siap dikonsumsi dengan harga terjangkau.
5) Kedai Ice Cream Premium Nya.Nya
Kedai Ice Cream Premium Nya.Nya
berdiri sejak 2017. Berlokasi di Jalan R.A. Abusamah, Kel. Sukabangun, Kec.
Sukarami, Palembang. Selain disini, Kedai Ice Cream Premium Nya.Nya juga
memiliki cabang di Kertapati dan Perumnas. Kedai Ice Cream Premium Nya.Nya
menyediakan berbagai varian es krim, minuman juga cemilan.
GALERI
Kontak
- 0815-3274-3274
Alamat
Jalan R.A. Abusamah6) Harumi Minuman Sehat Tanpa Pengawet
dan Pemanis Buatan
RADAR PALEMBANG, Harumi juice
menawarkan pilihan yang berbeda buat masyarakat pencinta minuman sehat dari
buah segar. Harumi hadir untuk masyaramat di Bandara SMB II Palembang.
Harumi merupakan minuman dari
buah-buahan yang dihadirkan Harumi berasal dari buah asli, tanpa gula dan
pewarna.
“Minuman buah-buahan yang Harumi
hadirkan benar-benar asli dari buah. Jadi tagline kita yummy, healthy and
pretty,” ujar Owner Harumi, Emilia didampingi Elizabeth Chandra saat di booth
Harumi yang ada di pintu keberangkatan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II
Palembang,” Jumat (10/8).
Minuman buah-buahan yang
dihadirkan di Harumi ada berbagai rasa seperti Matcha and Lemonade, Honey and
Lemon (madu dan jeruk) , Watermelon (semangka), Coconut Water (air kelapa),
Guava (Jambu), Dragonfruit (buah naga), dan lain-lain.
Minuman buah-buhan yang
dihadirkan ini benar-benar tanpa gula karena memang dibuat dari buah aslinya
seperti kalau jeruk ditambah madu. Lalu kalau semangka murni dari buah semangka
tanpa tambahan apapun dan begitu juga air kelapa murni air kelapa.
Harga minuman buah-buahan ini
mulai dari Rp 30 Ribu hingga Rp 45 Ribu. Hal tersebut wajar saja karena minuman
buahnya dikemas dengan menarik menggunakan botol minuman berbentuk bulat
seperti bola lampu, namun ini terbuat dari plastik sehingga aman. Lalau karena
ini dibandra kemasan kantongnya juga lock and lock jadi aman saat dibawah
kepesawat.
“Nah dalam rangka menyemarakan
peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 73, maka kami
menghadirkan promo beli dua hanya Rp 50 Ribu. Harga ini khusus minuman yang berwarna
merah dan putih yaitu semangka dan air kelapa,” jelasnya.
Sementara itu Elizabeth Chandra
yang juga owner Harumi dan Uncle Tetsu menambahkan, sembari menikmati minuman
jika Anda ingin menikmati makanan maka bisa juga order kue dengan bahan dasar
keju yaitu Uncle Tetsu yang ada di sebal Harumi. Di sini ada cheese cake,
cheese tart dan lain-lain.
“Untuk cheese cakenya ada diskon
beli dua box diskon Rp 20 Ribu. Begitu juga untuk cheese tart nya beli dua box
diskon Rp 20 Ribu,” beberya. (iam)
7) TOKO PALEMBANG CANTIK
Ini dia toko yang dimana menjual
ukiran lemari yang sangat cantik tentunya hanya di toko palembang cantik,
pastinya kita semua mau menghias rumah agar tampak semakin indah bukan? Nah
pakai aja lemari dari toko palembang cantik
Ini dia alamat lengakapnya
8) TUJUH SAUDARA, BERKAH
MELESTARIKAN RATU SEGALA KAIN
Indonesia memang kaya ragam adat,
seni dan budaya. Salah satunya adalah kain tenun khas Palembang yang disebut
kain songket. Tampilannya berkilau karena terbuat dari rangkaian benang sutera
dan benang emas, teranyam dengan pola simetris yang sangat halus dan rumit.
Teknik pembuatannya memerlukan kecermatan tinggi hingga diperlukan waktu 1
sampai 3 bulan untuk menyelesaikan selembar kain, menjadi alasan kenapa kain
songket memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Bisa mencapai ratusan juta
rupiah per lembarnya, apalagi jika usianya sudah cukup tua.
TUJUH SAUDARA, BERKAH MELESTARIKAN RATU SEGALA KAIN
Masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya
sekitar abad 7 M banyak meninggalkan jejak budaya tak ternilai harganya di
ibukota Sumatera Selatan yang terletak di tepian sungai Musi ini, diantaranya
wastra (kain) yang begitu indah. Hingga kini kain songket yang dihias dengan
teknik tenun lungsi tambahan, menjadi bukti kekayaan budaya peninggalan
kerajaan Sriwijaya yang masih eksis, apalagi beberapa putra daerah memiliki
kepedulian yang tinggi untuk melestarikannya.
Adalah H. Dungtjik, putra daerah
Palembang, pensiunan Kepala Pemasaran PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI) Palembang.
Sejak masih aktif bekerja di PT PUSRI, dia berniat menjadikan kain songket
sebagai sandaran hidup ketika memasuki usia pensiun, sekaligus melestarikan
warisan budaya asli Palembang ini.
Songket memang bukan hal baru
bagi pria 70 tahunan ini. Ibu mertuanya, Hj. Imaning Syukur, lebih dulu
merintis usaha dengan menjual kain songket Palembang dari rumah ke rumah sejak
tahun 1970. Usaha tersebut lalu diteruskan oleh istrinya, Hj. Romlah Dungtjik
dengan membuka “showroom” di rumahnya, di kompleks perumahan PT PUSRI,
Sukamaju, Palembang pada tahun 1990 dengan modal awal Rp30 juta hasil penjualan
rumahnya ketika bertugas di Bandung. Kain songket yang diperjualbelikan pun semakin
beragam baik dalam warna maupun motifnya sehingga konsumen mempunyai lebih
banyak pilihan dan berbelanja pun terasa lebih nyaman. Karena turut
melestarikan budaya peninggalan leluhur, pada tahun 1994, usaha kain songket H.
Dungtjik pun mendapatkan perhatian dan binaan dari PT PUSRI melalui bantuan
manajerial dan modal usaha sebesar Rp30 juta hingga pada akhirnya mampu berdiri
sendiri. Bantuan ini pun berlanjut hingga kali ketiga.
Pemasaran dari mulut ke mulut
rupanya memang cukup jitu. Dalam waktu relatif singkat, produk kain songket
yang diberi nama Tujuh Saudara, sesuai jumlah anaknya tersebut mulai dikenal
oleh berbagai kalangan. Dari tetangga, teman-teman kantor hingga pejabat di
lingkungan kabupaten dan Gubernur Sumatera Selatan. Usahanya pun terus
berkembang. Bukan hanya memberikan rejeki bagi Dungtjik beserta keluarga, tapi
para pengrajin yang dirangkul Dungtjik pun merasakan berkah dari “Ratu Segala
Kain” ini.
Kini lebih dari 100 pengrajin
berbisnis bersama keluarga H. Dungtjik. Tiga buah rumah pun difungsikan
sebagai mess, menampung 29 pengrajin batik yang didatangkan
langsung dari Wiradesa, Pekalongan, 35 pengrajin tenun dan tenun ikat
(Blongsong) dan 15 pengrajin kain jumputan Palembang. Rata-rata dari mereka
adalah kaum muda putus sekolah yang dididiknya menjadi pengrajin. Untuk
diversifikasi usaha sejak tahun 1991 kakek dari 17 cucu itu juga mengembangkan
batik motif kuno khas Palembang, seperti Lokan, Kembang Bakung dan sebagainya.
Seluruh bahan baku, mulai dari kain, lilin, benang hingga pewarna, masih
didatangkannya dari Pekalongan. Tak hanya itu, dengan bahan baku dan motif
serta pelatihan dari pihaknya, Dungtjik menampung kain songket Palembang hasil
karya pengrajin yang berdomisili di 12 Ulu, 13 Ulu, 16 Ulu. Untuk memenuhi
kebutuhan pasar yang terus meningkat, sebagian kain batik pun dipesannya dari
para pengrajin di Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah. Harga batik,
blongsong, bordir dan jumputan dibanderolnya sebesar Rp200 ribu ke atas
sedangkan kain songket mulai Rp2 juta hingga Rp100 juta. Tergantung bahan,
tingkat kesulitan pembuatannya, serta usia kain songket tersebut.
Bersama tujuh puterinya yang kini
turut mengelola bisnis keluarga, Dungtjik rajin memperkenalkan kain songket,
batik, bordir serta kain jumputan khas Palembang melalui pameran-pameran baik
di dalam maupun di luar negeri, seperti Singapura, Korea Selatan, Malaysia,
hingga Kanada. Pelanggannya pun tidak lagi terbatas dari Palembang dan
sekitarnya, tapi juga dari berbagai wilayah seperti Jakarta dan beberapa kota
di pulau Jawa, Sulawesi Selatan, P. Buton hingga Malaysia. Apalagi putri
ke-enam-nya, Djamaliah Anggraini yang disapa Lia, Sarjana IT turut membantu
pemasaran melalui online dengan membuka website dan
jejaring sosial. Nama Tujuh Saudara pun semakin dikenal luas.C
Pada tahun 1998, pria yang kerap
mendapatkan penghargaan upakarti karena kepeduliannya dalam pelestarian budaya
warisan leluhur itu pun menggandeng BCA Palembang menjadi mitra usahanya
melalui kredit modal kerja dan KPR dari BCA untuk mengembangkan usahanya.
Memasuki usia senja, H. Dungtjik
dan istrinya tinggal memetik buah manis jerih payah mereka. Ke tujuh putrinya
saling bahu membahu meneruskan usaha yang dirintis orang tuanya. Didukung oleh
kemampuan manajerial, pengetahuan serta teknologi modern, generasi penerus ini
selain berupaya melestarikan warisan budaya leluhur juga menciptakan
terobosan-terobosan baru. Diantaranya di bidang pemasaran, alternatif cara
pembayaran transaksi, modifikasi bahan dan motif serta menciptakan peluang
pasar melalui produk fashion ready to wear menggunakan
kain khas Palembang. Apalagi mengingat bahan baku kain songket yang semakin
langka, harga yang mahal serta pengerjaannya yang memakan waktu lama. Sehingga
kain songket dan batik khas Palembang, tidak hanya dikenakan pada saat tertentu
saja, tetapi dikenakan di berbagai kesempatan dan semakin diterima oleh
berbagai kalangan.
Untuk mempermudah
transaksi, outlet Tujuh Saudara yang kini beralamat di Jl.
Talang Kerangga No. 28 – 30 Ilir, Palembang juga memasang EDC BCA. Keputusan yang
tepat, terbukti lebih dari 50% transaksi konsumennya menggunakan fasilitas
Debit BCA maupun Kartu Kredit BCA, 30 % melalui internet banking (KlikBCA) dan
sisanya, 20%, bertransaksi secara tunai. Bahkan untuk kepentingan transaksi
saat mengikuti berbagai pameran handicraft, Tujuh Saudara
mengandalkan EDC Mobile BCA.
9) FASHION ZARA
Ingin tahu bagaimana caranya sampai ke ZARA Platinum
Branded, Jalan Sumpah Pemuda Ilir Barat I Palembang di Palembang, Indonesia?
Moovit helps you membantumu menemukan cara teerbaik untuk sampai ke ZARA
Platinum Branded, Jalan Sumpah Pemuda Ilir Barat I Palembang dengan petunjuk
langkah demi langkah dari stasiun transportasi umum terdekat.
Moovit menyediakan peta gratis
dan panduan langsung untuk membantumu bepergian di kotamu. Melihat jadwal,
rute, jadwal waktu dan mencari tahu berapa lama untuk sampai ke ZARA Platinum
Branded, Jalan Sumpah Pemuda Ilir Barat I Palembang secara langsung.
Mencari pemberhentian atau
stasiun terdekat untuk ke ZARA Platinum Branded, Jalan Sumpah Pemuda Ilir Barat
I Palembang? Coba lihat daftar pemberhentian terdekat dari tujuan mu. Jl. Pom
IX; Halte Hotel Aryaduta.
Kamu dapat sampai ke ZARA
Platinum Branded, Jalan Sumpah Pemuda Ilir Barat I Palembang dengan Bis atau
Kereta. Ini adalah jalur dan rute yang memiliki pemberhentian terdekat
-Bis: AMPERA - PERUMNAS, KOR. 7Kereta: LRT
Ingin melihat apakah ada rute
lain yang dapat membawa mu lebih cepat ke tujuan? Moovit akan membantumu
mencari rute dan waktu alternatif. Dapatkan arah dari dan arah ke ZARA Platinum
Branded, Jalan Sumpah Pemuda Ilir Barat I Palembang dengan mudah melalui Moovit
app atau Situs Web.
Kami membuat perjalanan ke ZARA
Platinum Branded, Jalan Sumpah Pemuda Ilir Barat I Palembang mudah, alasan itu
lah yang membuat jutaan 865 pengguna, termasuk pengguna di Palembang, percaya
kepada Moovit sebagai app Transportasi Umum terbaik. Kamu tidak perlu mengunduh
app untuk bis atau kereta secara terpisah, Moovit adalah app Transportasi Umum
yang semua ada didalamnya akan membantumu mencari jadwal terbaik bis dan
kereta.
Tempat wisata terdekat sekitar ZARA Platinum Branded,
Jalan Sumpah Pemuda Ilir Barat I Palembang di Palembang
10) TOKO
JHON
Toko Kosmetik
WA : 0853-8079-9800
Alamat
toko: jl. Kolonel atmo no.493,17 ilir, kec.ilir tim, 1 kota palembang, sumatra
selatan
Ini dia praduk kosmetik dari @jhonkosmetik dan
kamu wajib cobaain yah














Bagus tulisannya Popi. Baiknya lebih orisinil menurut Popi. Nilai A.
BalasHapus